Ketika aku kecil
Tak peduli aral di mata
Semua kuterjang
Walau tak bercelana
Mama tak duduk diam diri
Mengejarku berlari-lari
Setelah air mandi habis
Aku malas dipakaikan
Mama takkan menyerah
Celana itu harga diri katanya
Selalu brusaha menarik kakiku agar masuk ke lubang celana
‘Suatu saat kau hrs bisa pakai sndiri,’ ujarnya
Buat aku, celana itu kasih sayang, aku sadar
Akhirnya kucoba bercelana
Pertama, kugagal dan jerit tangis membahana
Kulihat seekor burung terjepit dibawah sana
Kucoba lagi kedua kali
Aku berhasil bercelana
Tanpa lagi merepotkan mama
Dengan percaya diri kupamerkan didepan mama
Melenggok seperti model ternama
Tapi kulihat mama malah tertawa-tawa
Memang, agar aman burung dibawah sana
Aku balik celana agar tutupnya dibelakang saja
Aku dan mama akhirnya tertawa bersama
Ditambah aku lupa menutup risleting celana pertamaku itu
Alhasil, pantatku kemana-mana.

14:16, Sun 29/08/2010